Prabowo Bilang Ahok Cukup Satu Periode Karena.......

Prabowo kembali mengatakan statement yang Luar Biasa
Jelas bahwa Prabowo mendukung secara Terstruktur, Sistematis dan Massif pencalonan Anies-Sandi sebagai Cagub DKI Jakarta. Alasannya pun cukup jelas, yakni agar memiliki kesempatan menjadi Presiden. Bila sudah menguasai Jakarta, maka lebih mudah untuk maju sebagai RI-1.

“Saudara-saudara, kalau kalian ingin saya jadi presiden di 2019, kalian harus memenangkan Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil gubernur. Kalian harus kerja keras,” kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Banteng tanggal 5 Februari

Sudah jelas bukan? Prabowo memiliki kepentingan probadi dalam Pilgub DKI Jakarta kali ini. Setelah menanggung malu sujud syukur akibat survey abal-abal, Prabowo kembali berkesempatan maju sebagai Presiden bila Anies menang.

“Justru masih beberapa hari, saudara saya minta datang ke seluruh komunitas Kristiani, yakinkan kepada mereka, bahwa Anies dan Sandi adalah putra terbaik kita, dan saya kira demi masa depan yang baik, saya kira Ahok cukup satu periode sajalah,” ujar Prabowo

Masa depan yang baik tentu saja adalah untuk dirinya, bukan untuk rakyat. Mau kembali banjir karena pinggiran sungai tidak direlokasi, ataupun pembodohan rakyat dengan progam plus-plus pun tidak perlu dipedulikan. Mau kasi duit APBD ke ormas pun tidak masalah, yang penting masa depan Prabowo menjadi lebih baik.

Pernyataan ini sendiri disampaikan setelah ada 12 pendeta perwakilan dari komunitas Kristiani Interdenominasi Gereja DKI Jakarta yang menyatakan dukungan terhadap Anies-Sandi. Hal ini merupakan hal yang sangat lucu, mengingat Gereja sangat dilarang untuk ikut politik. Bahkan tidak ada nama Gereja yang disebut. Bisa dibilang dukungan ini hanya diatas kertas, demi elektabilitas saja.

“Kami baru saja mendapat deklarasi dukungan dari komunitas Kristiani Interdenominasi gereja,” kata Sandi

“Saya juga mendapat masukkan dari pak Prabowo Subianto untuk menjaga Pancasila, undang-undang dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

“Berdiri di atas seluruh lapisan masyarakat, berdiri ditengah mewakili semua golongan, agama, keyakinan, jadi itu komitmen yang kami pegang insya Allah kita bisa mempersatukan seluruh warga Jakarta tanggal 19 April nanti,” imbuhnya.

Sekarang terbukti bahwa Anies-Sandi bermain agama. Setelah tidak berusaha (mendiamkan) tindakan SARA pendukungnya, kali ini mereka mencoba untuk mencari dukungan dari umat Kristen. Padahal FPI sendiri sudah mendukung Anies-Sandi lho, apa mereka tidak takut dicap kafir.

Oh ya, bukankah Anies sudah berjanji untuk memberikan dana APBD ke ormas? Status kafirnya ditunda dulu, yang penting ada fulus. Jelas bukan bahwa Anies-Sandi ini tidak ada pendirian sama sekali? Semua dirangkul, bahkan yang titik-titik sekalipun.

Kemenangan Anies-Sandi jelas merupakan kekalahan bagi rakyat. Sudah memiliki pemimpin yang jelas-jelas lebih berkualitas dari segi apapun, tapi diganti karena berbeda agama. Dimana logikanya ditaruh? Koruptor saja banyak yang agamanya Islam lho. Agama belum tentu mencerminkan moral seseorang.

Prabowo pun mengatakan masyarakat harus waspada menjelang 7 hari Pilkada putaran kedua. Ia juga mengingatkan agar semua pihak mewaspadai kecurangan pada pencoblosan nanti.

“Saudara-saudara sekalian yang kita waspadai adalah kecurangan, saya sering cerita tradisi seorang di mana-mana, di rakyat kita ini kan mengakar, kita kadang-kadang main sepak bola aja curang, iya kan,” ujarnya.

Betul, lihat saja pendukung Anies. Banyak yang main SARA, mengajak untuk tidak memilih Ahok karena agamanya. Banyak juga pemilih yang entah mengapa tidak bisa memilih Ahok. Jelas kan? Banyak kecurangan bagi pemilih Ahok. Kalau pemilih Anies ya adem-adem saja, lawannya orang jujur kok.

“Kalian hari ini membuktikan tidak benar bahwa semua masyarakat Kristiani tidak suka sama Anies dan Sandi, kesimpulannya adalah bahwa kita perlu pemimpin baru kita perlu pemimpin-pemimpin yang baik yang sopan, santun, pintar, tapi tidak sombong,” tutupnya.

Betul, pemimpin yang baru mesti sopan bahkan ke koruptor. Selama kasus hukum belum berjalan, mereka akan dirangkul. Seperti kata Anies saat debat kemarin, bedakan merangkul dengan proses hukum. Kalau belum berkasus ya dirangkul.

Jangan juga jadi pemimpin sombong. APBD itu mesti dibagi-bagi, jangan pelit kayak Ahok. Jangan hanya buat rakyat saja duit itu, wakilnya dapat juga dong. Pemimpin harus memeratakan pembagian APBD. Proyek seperti UPS mesti diperbanyak untuk menghilangkan kesenjangan sosial antara oknum DPRD dengan CEO di Indonesia.

No comments